Petani Indonesia Bagaimana nasibmu Kini ?

Posted on Updated on

Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang bisnis pertanian utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain.  Itulah pengertian dari kata petani yang saya kutip dari situs Wikipedia. Jadi dalam hal ini ada hubungan antara profesi petani, tanah, tanaman dan hal-hal yang mendukung misalnya air, pupuk, dan alat yang menjadi sarana bercocok tanam. Di Indonesia ini Petani adalah pekerjaan yang paling banyak dilakukan sehingga Indonesia dikenal dengan Negara Agraris sejak jaman dahulu sebelum terbentuk Negara Indonesia, dan sampai sekarangpun profesi Petani tetap paling banyak                 walaupun sekarang sudah banyak mengalami penurunan dikarenakan kemajuan tehnologi sehingga banyak sekali bermunculan jenis pekerjaan yang lain.

Inilah hasil sensus BPS mengenai jumlah Rumah Tangga Petani di Indonesia :

Jumah rumah tangga pertanian pengguna lahan, meningkat 1,7 persen pertahun, dari

20,5 juta pada tahun 1993 menjadi 24,4 juta rumah tangga pada tahun 2003.  Jumlah

rumahtangga pertanian pengguna lahan yang meningkat cukup nyata antara lain

rumah tangga hortikultura (6,7 persen pertahun), rumah tangga budi daya ikan di

tambak air payau (4,2 persen pertahun), serta rumah tangga perkebunan (2,3 persen

pertahun).

Itulah gambaran mengenai jumlah petani di Indonesia yang semakin menurun. Terus bagaimana pula dengan nasib dari para petani itu sendiri, apakah mereka sudah merasakan perbaikan, utamanya para petani gurem yang punya lahan sedikit atau para buruh tani. Dari sejak jaman dahulu sampai sekarang nasib petani tidak begitu diperhatikan oleh penguasa, bahkan selalu terpinggirkan karena mungkin terlalu lemah atapun tidak punya daya dukung yang tinggi, selalu teraniaya, misalnya saja sengketa tanah dengan pemerintah ataupun swasta banyak kalah di pengadilan. Subsidi untuk petani juga sudah tak terdengar lagi yang dulu mungkin di jaman Suharto bisa mereka rasakan.

Di saat ini petani sudah terbiasa mandiri karena tempaan yang sudah mereka rasakan, banyak dari mereka mencari modal dengan menjadi buruh di kota, kemudian dengan modal yang ada meraka kembangkan di bidang pertanian. Demikian gambaran sedikit mengenai kondisi petani Indonesia, semoga dengan tulisan ini pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi para petani dalam hal kaitannya  dengan program Ketahanan Pangan  Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s